Semua artikel

Referensi & Sitasi

Cara Menghindari Plagiarisme Skripsi: Batas, Turnitin, Parafrase

Cara menghindari plagiarisme skripsi: jenis plagiat, batas similarity di kampus, cara membaca laporan Turnitin, serta teknik parafrase dan mengutip yang benar.

Tim Editorial Mahasigma8 menit baca

Sampul artikel: Cara Menghindari Plagiarisme Skripsi

Ringkasan cepat

  • Plagiarisme adalah memakai kata, data, atau gagasan pihak lain, termasuk karyamu sendiri yang sudah dinilai, tanpa menyebut sumber dengan tepat. Parafrase pun wajib bersitasi.
  • Batas similarity ditetapkan kampus, bukan angka nasional. Skor bukan vonis; baca setiap bagian yang cocok satu per satu.
  • Parafrase yang benar dimulai dari pemahaman, bukan dari mengganti sinonim. Alat spinner untuk menyamarkan teks tetap plagiarisme.

Cara menghindari plagiarisme skripsi adalah mencantumkan sumber untuk setiap kalimat, data, dan gagasan orang lain yang kamu pakai, menulis parafrase dari pemahaman sendiri (bukan sekadar mengganti sinonim), memberi tanda kutip pada kutipan langsung, dan memeriksa draf sebelum diserahkan. Tujuannya adalah kejujuran tentang asal gagasan, bukan sekadar menurunkan persentase similarity.

Apa itu plagiarisme dalam skripsi?

Plagiarisme adalah memakai karya, gagasan, data, atau kalimat pihak lain, termasuk karyamu sendiri yang sudah dinilai atau diterbitkan, tanpa menyebut sumbernya secara tepat sehingga tampak seperti hasil pemikiranmu. Niat tidak selalu menjadi pembeda: lupa mencatat sumber saat membaca tetap menghasilkan naskah yang bermasalah.

Di tingkat nasional, kampus umumnya merujuk Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah. Peraturan ini menggantikan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 dan menggolongkan plagiat sebagai salah satu pelanggaran integritas akademik, bersama fabrikasi dan falsifikasi. Prosedur pemeriksaan dan sanksinya dijabarkan lagi dalam peraturan masing-masing perguruan tinggi, jadi baca aturan kampusmu.

Jenis-jenis plagiarisme yang perlu kamu kenali

Lima bentuk plagiarisme dalam skripsi

Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.

JenisBentuknyaContoh (rekaan)Cara mencegah
Verbatim (salin-tempel)Menyalin kalimat atau paragraf tanpa tanda kutip dan tanpa sumberDefinisi literasi digital dari artikel jurnal ditempel utuh di BAB IIKutip langsung dengan tanda kutip, sumber, dan halaman, atau buat parafrase bersitasi
Mosaik (patchwriting)Menjahit potongan beberapa sumber, atau mengganti sinonim sambil mempertahankan struktur kalimat asliParagraf latar belakang yang urutan idenya sama persis dengan satu artikelTulis dari pemahaman setelah menutup sumber, lalu sitasi
Plagiarisme diri (self-plagiarism)Memakai ulang makalah, laporan, atau artikel sendiri yang sudah dinilai atau terbit tanpa menyebutnyaTinjauan pustaka diambil dari makalah mata kuliah semester laluSitasi karya sendiri dan tanyakan batas pemakaian ulang kepada pembimbing
Plagiarisme ideMemakai kerangka, argumen, data, gambar, atau temuan orang lain dengan kata-kata sendiri tanpa sumberModel kerangka berpikir dari penelitian lain digambar ulang tanpa keteranganTulis ‘diadaptasi dari’ beserta sitasi pada gambar, tabel, dan model
Sitasi palsu atau menyesatkanMencantumkan sumber yang tidak ada, tidak dibaca, atau tidak mendukung klaimMengutip artikel yang hanya diketahui dari daftar pustaka orang lain seolah membacanya langsungBaca sumber asli; jika tidak bisa, pakai format sitasi sekunder sesuai gaya kampus

Penamaan jenis plagiarisme berbeda antarpedoman. Prinsipnya sama: asal setiap kata, data, dan gagasan harus terlihat jelas.

Berapa batas plagiarisme (similarity) skripsi?

Tidak ada satu angka batas similarity yang berlaku untuk semua kampus di Indonesia. Batasnya ditetapkan perguruan tinggi, fakultas, atau program studi, kadang berbeda untuk proposal, naskah utuh, dan tiap bab. Angka yang kerap muncul di pedoman kampus berada di kisaran 15–30 persen, tetapi itu hanya gambaran umum, bukan patokan.

Tanyakan juga pengaturan pemeriksaannya: apakah daftar pustaka, kutipan bertanda petik, dan kecocokan yang sangat pendek dikecualikan. Pengaturan ini ditentukan operator atau kebijakan kampus, dan memengaruhi cara angka itu dibaca.

Cara membaca laporan cek plagiasi (Turnitin dan sejenisnya)

Mulailah dari daftar sumber yang cocok, bukan dari persentase total. Periksa setiap bagian yang disorot dan tanyakan dua hal: apakah teks ini memang wajar mirip, dan apakah sumbernya sudah disebut?

Membaca bagian yang disorot

Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.

Yang cocokBiasanyaYang perlu kamu lakukan
Istilah teknis, nama teori, nama skala atau instrumen, nama lembagaWajarBiarkan; istilah baku memang tidak perlu diubah
Kutipan langsung bertanda petik dan bersitasiWajar bila porsinya kecilKurangi kutipan yang tidak harus kata per kata; ubah menjadi parafrase bersitasi
Entri daftar pustakaWajarPastikan formatnya benar; tidak perlu diubah agar terlihat ‘berbeda’
Kalimat baku dari pedoman, misalnya judul bagian atau lembar pernyataanUmumnya wajarIkuti kebijakan kampus tentang bagian yang ikut diperiksa
Satu sumber menyumbang porsi besarPerlu dicekKamu mungkin terlalu bergantung pada satu artikel; tambahkan sintesis dari sumber lain
Paragraf utuh cocok tanpa sitasiMasalah seriusTulis ulang dari pemahaman dan cantumkan sumber, atau jadikan kutipan langsung
Cocok dengan draf atau makalahmu sendiri yang pernah diunggahPerlu klarifikasiJelaskan kepada operator atau pembimbing; sitasi bila karya itu sudah dinilai atau terbit

Cara parafrase yang benar, dengan contoh

Parafrase yang benar menyampaikan gagasan sumber dengan struktur dan kata-katamu sendiri, diarahkan untuk argumen penelitianmu, dan tetap mencantumkan sitasi. Mengganti beberapa kata dengan sinonim sambil mempertahankan urutan kalimat asli bukan parafrase, melainkan patchwriting.

Lima langkah parafrase
  1. Langkah 1

    Baca sampai paham

    Baca paragraf sumber dan bagian sekitarnya sampai kamu bisa menjelaskan maksudnya tanpa melihat teks.

  2. Langkah 2

    Tutup sumbernya

    Catat inti gagasan dalam beberapa kata kunci, lalu jauhkan teks asli dari layar.

  3. Langkah 3

    Tulis untuk argumenmu

    Tulis ulang dengan struktur kalimat sendiri dan kaitkan dengan masalah penelitianmu.

  4. Langkah 4

    Bandingkan

    Buka lagi sumbernya. Jika ada frasa khas yang terbawa, ubah atau beri tanda kutip.

  5. Langkah 5

    Sitasi

    Cantumkan penulis dan tahun; tambahkan halaman bila gaya sitasimu memintanya.

Contoh sebelum dan sesudah (teks sumber rekaan)

Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.

VersiTeksPenilaian
Sumber (rekaan: Penulis A, 2024)“Penggunaan layanan bayar nanti di kalangan mahasiswa cenderung meningkat seiring kemudahan pendaftaran dan promosi yang gencar, sehingga sebagian pengguna kesulitan mengendalikan pengeluaran bulanannya.”Teks asli
PatchwritingPemakaian layanan bayar belakangan pada mahasiswa cenderung naik seiring mudahnya pendaftaran dan promosi yang masif, sehingga sebagian pengguna sulit mengontrol pengeluaran tiap bulan.Keliru: urutan dan struktur sama, hanya sinonim yang berganti, tanpa sitasi pula
ParafrasePenulis A (2024) mengaitkan meluasnya pemakaian paylater di kalangan mahasiswa dengan dua hal: pendaftaran yang mudah dan promosi yang intens. Dampak yang ia soroti, yaitu sulitnya sebagian pengguna menjaga anggaran bulanan, menjadi titik berangkat penelitian ini.Benar: struktur baru, terhubung ke argumen, dan bersitasi
Kutipan langsungPenulis A (2024, hlm. 12) mencatat bahwa sebagian pengguna “kesulitan mengendalikan pengeluaran bulanannya”.Benar bila kata-kata aslinya penting dipertahankan

Penulis A dan kutipannya rekaan. Format sitasi mengikuti contoh gaya APA; sesuaikan dengan pedoman kampusmu.

Kapan mengutip langsung, parafrase, atau meringkas?

  • Kutip langsung untuk definisi resmi, bunyi peraturan, pernyataan informan dalam penelitian kualitatif, atau frasa yang maknanya berubah bila diubah. Sertakan halaman. Dalam APA 7, kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai blok terpisah tanpa tanda petik.
  • Parafrase untuk menjelaskan temuan, konsep, atau argumen satu sumber dengan bahasamu sendiri. Bentuk ini paling banyak dipakai di tinjauan pustaka.
  • Ringkas atau sintesiskan bila kamu menggabungkan temuan beberapa sumber dalam satu paragraf, lalu sitasi semua sumber yang kamu rangkum.
  • Pengetahuan umum, misalnya tanggal proklamasi kemerdekaan, umumnya tidak perlu disitasi. Angka, temuan penelitian, dan pendapat tetap membutuhkan sumber. Jika ragu, cantumkan sumbernya.

Cara mengutip sumber sekunder dengan jujur

Kadang kamu menemukan pendapat Penulis B di dalam artikel Penulis A, tetapi tidak bisa mengakses tulisan asli Penulis B. Menyitasi Penulis B seolah kamu membacanya sendiri adalah sitasi menyesatkan. Usahakan dulu mencari sumber aslinya; jika tetap tidak bisa, tulis sitasi sekunder seperti contoh rekaan berikut.

Kemudahan akses kredit disebut sebagai salah satu pemicu belanja impulsif (Penulis B, 2019, dalam Penulis A, 2024).

Dalam APA 7, hanya sumber yang benar-benar kamu baca, yaitu Penulis A, yang masuk ke daftar pustaka. Kata penghubungnya (‘dalam’, ‘sebagaimana dikutip dalam’, atau ‘as cited in’) mengikuti pedoman kampus. Pakai cara ini secukupnya, karena sumber primer tetap lebih kuat sebagai dasar argumen.

Instrumen, data, dan terjemahan juga perlu sumber

  • Kuesioner atau skala yang diadopsi atau diadaptasi dari peneliti lain: sebutkan sumbernya di BAB III dan lampiran, dan periksa apakah pemakaiannya memerlukan izin pengembang.
  • Data sekunder, misalnya statistik resmi atau dataset publik: sitasi lembaga atau penyusun datanya, lengkap dengan tahun dan tautannya.
  • Terjemahan: menerjemahkan paragraf dari artikel berbahasa Inggris lalu memakainya tanpa sitasi tetap plagiarisme, walau alat pemeriksa mungkin tidak mendeteksinya.
  • Kutipan informan pada penelitian kualitatif: tandai dengan kode informan sesuai kesepakatan kerahasiaan, bukan nama asli, kecuali ada persetujuan tertulis.
  • Gambar, ikon, dan foto dari internet: cantumkan sumber dan periksa lisensinya sebelum dipakai di skripsi.

Manfaatkan manajer referensi sejak hari pertama

Banyak plagiarisme yang tidak disengaja berawal dari catatan baca yang berantakan: kalimat yang disalin tercampur dengan ringkasan pribadi, lalu masuk ke draf tanpa tanda kutip. Manajer referensi seperti Zotero atau Mendeley menyimpan data sumber, menyisipkan sitasi di pengolah kata, dan menyusun daftar pustaka secara otomatis.

  • Simpan sumber ke manajer referensi saat pertama kali dibaca, bukan menjelang tenggat.
  • Beri label tiga jenis catatan: KUTIPAN (disalin persis, lengkap dengan halaman), PARAFRASE (kalimatmu tentang isi sumber), dan IDE SAYA (pendapatmu sendiri).
  • Sisipkan sitasi saat menulis paragraf, bukan setelah naskah selesai.

Format sitasi dan contoh entri untuk tiap jenis sumber dibahas di cara membuat daftar pustaka.

AI dan plagiarisme: yang perlu kamu tahu

Teks dari alat AI tetap membutuhkan sumber. AI dapat menghasilkan kalimat yang mirip tulisan tertentu, klaim tanpa rujukan, atau sitasi yang tidak ada. Kamu yang bertanggung jawab atas setiap kalimat di skripsimu, jadi setiap fakta dan gagasan dari AI harus ditelusuri ke sumber asli yang benar-benar kamu baca.

Jangan memakai alat ‘spinner’ atau parafrase otomatis untuk menyamarkan tulisan orang lain. Hasilnya tetap plagiarisme, sering merusak istilah teknis, dan memperlihatkan bahwa penulis tidak memahami sumbernya. Ikuti juga kebijakan kampus tentang pengungkapan penggunaan AI; batas amannya dibahas di cara menggunakan AI untuk skripsi secara etis.

Saat mencari rujukan, cek identitas setiap artikel lewat DOI atau halaman penerbit seperti dijelaskan di cara mencari jurnal dan memeriksa DOI. Fitur referensi skripsi di Mahasigma AI menelusuri metadata lewat Crossref dan menampilkan DOI yang bisa kamu buka sendiri; isi artikelnya tetap perlu kamu baca sebelum dikutip.

Checklist sebelum cek plagiasi resmi

  • Setiap klaim, angka, dan definisi dari sumber lain sudah bersitasi.
  • Kutipan langsung memakai tanda petik atau format blok, lengkap dengan halaman.
  • Parafrase sudah dibandingkan dengan sumbernya dan tidak menyisakan frasa khas.
  • Gambar, tabel, dan model dari karya lain diberi keterangan sumber atau ‘diadaptasi dari’.
  • Makalah atau artikel milikmu sendiri yang dipakai ulang sudah disitasi dan dibicarakan dengan pembimbing.
  • Setiap sitasi di teks ada di daftar pustaka, dan sebaliknya.
  • Riwayat draf dan catatan baca disimpan sebagai jejak proses menulis.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

  • Tidak ada angka nasional yang berlaku untuk semua kampus. Batasnya ditetapkan perguruan tinggi, fakultas, atau prodi, jadi cek pedomanmu dan tanyakan juga apakah daftar pustaka serta kutipan dikecualikan saat pemeriksaan.

  • Tidak. Skor similarity hanya menunjukkan kecocokan teks, dan istilah baku serta kutipan bersitasi ikut terhitung. Sebaliknya, skor rendah tidak menjamin bebas plagiat jika gagasan orang lain dipakai tanpa sumber.

  • Ya. Parafrase mengubah kata-kata, bukan asal gagasannya, sehingga sitasi tetap wajib.

  • Gunakan layanan resmi kampus, biasanya melalui perpustakaan atau unit yang ditunjuk, karena hasil itulah yang diakui. Jika memakai layanan lain, baca kebijakan penyimpanan dokumennya agar drafmu tidak tersebar.

  • Tergantung kebijakan kampus. Memakai teks AI tanpa pengungkapan yang diwajibkan dapat dianggap pelanggaran, dan setiap klaim dari AI tetap harus ditelusuri ke sumber asli yang kamu baca.

  • Bisa, jika makalah itu sudah dinilai atau diterbitkan lalu dipakai ulang tanpa disebut. Sitasi karya tersebut dan tanyakan kepada pembimbing seberapa jauh pemakaian ulang diperbolehkan.

Ditulis oleh

Tim Editorial Mahasigma

Tim editorial Mahasigma menulis panduan praktis untuk membantu mahasiswa memahami proses penelitian, memeriksa sumber, dan mempertanggungjawabkan draf akademiknya.

Newsletter

Insight akademik yang layak disimpan.

Panduan baru, checklist, dan cara memeriksa draf, tanpa spam.