Panduan Menulis
BAB 5 Skripsi: Cara Membuat Kesimpulan dan Saran + Contoh
Cara menulis BAB 5 skripsi: kesimpulan yang menjawab rumusan masalah satu per satu, saran yang berangkat dari temuan, dan contoh kuantitatif serta kualitatif.
Tim Editorial Mahasigma7 menit baca

Ringkasan cepat
- Kesimpulan menjawab setiap rumusan masalah satu per satu, dengan jumlah dan urutan yang sama.
- Kesimpulan bukan ringkasan angka dan tidak boleh memuat temuan baru di luar BAB IV.
- Setiap saran harus bisa dilacak ke satu temuan atau satu keterbatasan penelitian.
- Hasil yang tidak sesuai hipotesis tetap ditulis apa adanya sebagai kesimpulan.
BAB 5 skripsi adalah bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan menjawab setiap rumusan masalah secara singkat berdasarkan hasil analisis di BAB IV, tanpa data baru. Saran berisi rekomendasi yang berangkat dari temuan dan keterbatasan penelitian, ditujukan kepada pihak yang bisa memanfaatkannya dan kepada peneliti berikutnya.
Karena isinya bergantung pada BAB IV, tulis BAB 5 setelah hasil dan pembahasan stabil. Jika pembahasan masih berubah, kesimpulan ikut berubah. Nama dan susunan bab ini juga tidak seragam: ada pedoman yang memakai judul ‘Simpulan dan Saran’, ada yang menambahkan subbab implikasi atau keterbatasan penelitian, dan ada yang meminta kesimpulan ditulis bernomor. Ikuti pedoman program studimu untuk format akhirnya.
Apa isi BAB 5 skripsi?
Secara umum BAB 5 memuat dua bagian inti, kesimpulan dan saran, ditambah bagian lain yang hanya muncul bila pedoman memintanya.
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Bagian | Fungsinya | Yang perlu ada |
|---|---|---|
| Kesimpulan (simpulan) | Menjawab rumusan masalah | Satu jawaban untuk tiap rumusan, bersandar pada hasil BAB IV |
| Saran praktis | Menunjukkan kegunaan temuan bagi pihak terkait | Pihak yang dituju, tindakan spesifik, dan temuan yang mendasarinya |
| Saran untuk penelitian selanjutnya | Membuka arah riset berikutnya | Keterbatasan atau pertanyaan baru yang muncul, beserta cara menanganinya |
| Implikasi (opsional) | Menjelaskan arti temuan bagi teori atau praktik | Hanya bila diminta pedoman; tetap bersandar pada hasil |
| Keterbatasan penelitian (opsional) | Menjelaskan batas tafsir hasil | Di sebagian pedoman justru ditempatkan di BAB IV |
Gambaran umum, bukan format baku. Nama dan urutan subbab mengikuti pedoman program studi.
Cara membuat kesimpulan skripsi: satu rumusan masalah, satu jawaban
Kesimpulan yang baik bisa dicocokkan dengan rumusan masalah di BAB I tanpa perlu menebak. Tiga rumusan masalah berarti tiga jawaban dengan urutan yang sama. Cara paling aman adalah membuat tabel pemetaan sebelum menulis satu paragraf pun.
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Rumusan masalah | Hasil kunci di BAB IV | Kalimat kesimpulan |
|---|---|---|
| Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan? | Uji parsial: pengaruh positif dan signifikan | Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. |
| Apakah harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan? | Uji parsial: tidak signifikan | Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada sampel penelitian ini. |
| Apakah kualitas pelayanan dan harga secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan? | Uji simultan: signifikan | Kualitas pelayanan dan harga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. |
Contoh rekaan untuk skripsi kuantitatif tentang pelanggan sebuah kedai kopi, bukan hasil penelitian nyata. Isi kolom kedua dan ketiga dari output analisismu sendiri.
Perhatikan baris kedua. Hasil yang tidak sesuai hipotesis tetap ditulis sebagai kesimpulan. Menghapus atau mengaburkannya membuat rumusan masalah itu tidak terjawab. Penjelasan mengapa hasilnya demikian tempatnya di pembahasan BAB 4, bukan di BAB 5.
Apa beda kesimpulan dan ringkasan hasil?
Ringkasan hasil mengulang isi tabel; kesimpulan menyatakan jawaban atas pertanyaan penelitian. Banyak draf BAB 5 sebenarnya berisi ringkasan: koefisien, nilai signifikansi, dan persentase responden disalin ulang dari BAB IV, sementara jawabannya justru tidak pernah ditulis dengan jelas.
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Aspek | Ringkasan hasil | Kesimpulan |
|---|---|---|
| Fokus | Angka, tabel, dan output uji | Jawaban atas rumusan masalah |
| Bentuk kalimat | ‘Nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikansinya di bawah 0,05 …’ | ‘Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan.’ |
| Rujukan | Sering mengutip teori dan penelitian terdahulu lagi | Bersandar pada hasil penelitianmu sendiri |
| Panjang | Cenderung panjang karena menyalin detail | Ringkas, karena detail sudah ada di BAB IV |
Sebagian pedoman tetap meminta angka kunci disebut di kesimpulan. Jika begitu, sebut seperlunya sebagai penguat jawaban, bukan pengganti jawaban.
Contoh kesimpulan skripsi kuantitatif
Contoh berikut melanjutkan pemetaan di atas dan seluruh isinya rekaan. Bentuknya paragraf karena sebagian pedoman meminta kesimpulan naratif. Jika pedomanmu meminta poin bernomor, jadikan tiap jawaban satu nomor.
Berdasarkan hasil analisis data pelanggan Kedai Kopi [nama], dapat disimpulkan tiga hal. Pertama, kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kedua, harga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada sampel penelitian ini. Ketiga, kualitas pelayanan dan harga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Frasa ‘pada sampel penelitian ini’ bukan basa-basi. Ia menjaga kesimpulan tetap di dalam batas data. Survei di satu kedai kopi tidak bisa disimpulkan berlaku untuk semua kedai kopi, apalagi untuk semua usaha kuliner.
Contoh kesimpulan skripsi kualitatif
Pada penelitian kualitatif, kesimpulan menjawab pertanyaan ‘bagaimana’ atau ‘mengapa’ dengan merangkum tema yang ditemukan, bukan menghitung jumlah informan. Contoh rekaan berikut berasal dari penelitian tentang pengalaman pelaku UMKM kuliner memakai pembayaran QRIS, dengan dua rumusan masalah: alasan mengadopsi dan hambatan yang dialami.
Pertama, pelaku UMKM kuliner di Kelurahan [nama] mengadopsi QRIS terutama karena permintaan pembeli dan keinginan mengurangi kerepotan uang kembalian, bukan karena pertimbangan pencatatan keuangan. Kedua, hambatan utama yang mereka alami adalah keraguan saat notifikasi pembayaran terlambat masuk dan kekhawatiran terhadap potongan biaya transaksi, sehingga sebagian pelaku tetap mengutamakan uang tunai untuk pembeli langganan.
Kesimpulan kualitatif boleh lebih deskriptif, tetapi tidak membawa kutipan wawancara baru. Kutipan, variasi antarinforman, dan kasus yang berbeda sudah ditampilkan di BAB IV.
Cara membuat saran skripsi yang berangkat dari temuan
Saran yang baik selalu bisa dilacak ke satu temuan atau satu keterbatasan. Jika sebuah saran tetap masuk akal tanpa membaca skripsimu, kemungkinan besar saran itu terlalu generik.
Bedakan dua jenis saran. Saran praktis ditujukan kepada pihak yang bisa bertindak, misalnya pengelola usaha, sekolah, instansi, atau pembuat kebijakan, dan berangkat dari temuan. Saran untuk penelitian selanjutnya ditujukan kepada peneliti dan berangkat dari keterbatasan desain, sampel, atau variabel, atau dari pertanyaan baru yang muncul selama penelitian. Pola sederhananya: karena [temuan atau keterbatasan], [pihak tertentu] dapat [tindakan spesifik].
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Dasar saran | Saran yang lemah | Saran yang spesifik |
|---|---|---|
| Temuan: kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan | Pengelola diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan. | Pengelola dapat memprioritaskan indikator pelayanan dengan skor terendah di BAB IV, misalnya kecepatan penyajian pada jam ramai, lalu memantaunya lewat survei singkat berkala. |
| Temuan: harga tidak berpengaruh signifikan | Pengelola sebaiknya menurunkan harga. | Pengelola tidak perlu menjadikan potongan harga sebagai strategi utama untuk menaikkan kepuasan pelanggan tetap; dampaknya pada pelanggan baru belum diteliti. |
| Keterbatasan: data hanya dari satu kedai dan satu periode | Peneliti selanjutnya diharapkan memperluas penelitian. | Peneliti selanjutnya dapat membandingkan beberapa kedai dengan segmen harga berbeda agar pengaruh harga diuji pada variasi yang lebih lebar. |
Contoh rekaan. Saran di kolom kanan hanya sah jika temuan di kolom kiri benar-benar ada di BAB IV-mu. Baris kedua juga menunjukkan saran lemah yang bertentangan dengan temuannya sendiri.
Contoh saran skripsi kualitatif
Contoh berikut melanjutkan penelitian QRIS rekaan di atas. Perhatikan bahwa setiap saran menyebut pihak yang dituju dan temuan yang menjadi dasarnya.
Bagi pendamping UMKM di Kelurahan [nama], sosialisasi QRIS sebaiknya tidak berhenti pada cara mendaftar, tetapi juga mencakup cara memeriksa status pembayaran saat notifikasi terlambat, karena keraguan pada momen itulah yang membuat sebagian pelaku kembali ke uang tunai. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini hanya melibatkan pelaku usaha kuliner di satu kelurahan; studi berikutnya dapat membandingkan pengalaman pelaku usaha nonkuliner atau menggali sudut pandang pembeli.
Kesalahan umum saat menulis BAB 5
- Memasukkan temuan baru. Angka, tema, atau kutipan yang tidak pernah muncul di BAB IV tidak boleh tiba-tiba hadir di kesimpulan. Jika temuan itu penting, tambahkan dulu ke BAB IV beserta analisisnya.
- Mengutip teori dan penelitian terdahulu panjang lebar. Dialog dengan literatur sudah dilakukan di pembahasan. Di BAB 5, fokus pada jawabanmu sendiri.
- Kesimpulan tidak sejalan dengan rumusan masalah. Jumlah atau urutan jawaban berbeda, atau kesimpulan menjawab pertanyaan yang tidak pernah diajukan.
- Klaim melebihi desain. Penelitian korelasional disimpulkan sebagai sebab-akibat, atau temuan dari satu sekolah diberlakukan untuk semua sekolah.
- Saran generik atau tidak nyambung. ‘Peneliti selanjutnya diharapkan menambah variabel lain’ tanpa menyebut variabel apa dan mengapa variabel itu relevan dengan temuanmu.
- Menyalin abstrak. Abstrak memuat tujuan, metode, dan hasil; BAB 5 hanya berisi jawaban dan tindak lanjut. Lihat juga cara membuat abstrak skripsi agar keduanya tidak saling menyalin.
Langkah menulis BAB 5 dari draf BAB IV
- Salin semua rumusan masalah dari BAB I ke satu lembar kerja, lengkap dengan nomornya.
- Di samping tiap rumusan, tulis hasil kunci dari BAB IV yang menjawabnya. Rumusan yang belum punya jawaban adalah masalah BAB IV, bukan BAB 5.
- Ubah tiap hasil kunci menjadi satu atau dua kalimat jawaban. Pakai kata kerja yang sesuai desain, misalnya ‘berpengaruh’, ‘berhubungan’, atau ‘menggambarkan’, bukan ‘membuktikan’ untuk segala hal.
- Daftar temuan penting dan keterbatasan yang sudah kamu tulis di BAB IV. Masing-masing menjadi bahan satu saran.
- Tulis saran praktis dengan pola pihak, tindakan, dan dasar temuan. Tulis saran penelitian selanjutnya dari keterbatasan dan pertanyaan baru.
- Baca BAB 5 berdampingan dengan BAB I. Pastikan jumlah dan urutan kesimpulan sama dengan rumusan masalah, tidak ada data baru, dan formatnya sesuai pedoman.
BAB 5 yang rapi juga memudahkan sidang. Penguji sering meminta kamu membacakan kesimpulan, lalu menanyakan dasar setiap saran. Latihannya ada di daftar pertanyaan sidang skripsi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
BAB 5 skripsi umumnya berisi kesimpulan yang menjawab rumusan masalah dan saran yang berangkat dari temuan serta keterbatasan penelitian. Sebagian pedoman menambahkan subbab implikasi atau keterbatasan penelitian.
Sebanyak rumusan masalahmu. Tiga rumusan masalah berarti tiga jawaban dengan urutan yang sama, baik ditulis bernomor maupun dalam paragraf.
Boleh secukupnya bila pedoman memintanya, tetapi kesimpulan bukan tempat menyalin tabel. Yang utama adalah kalimat jawabannya; detail angka sudah ada di BAB IV.
Saran praktis ditujukan kepada pihak yang bisa memanfaatkan temuan, misalnya sekolah atau pengelola usaha. Saran untuk penelitian selanjutnya ditujukan kepada peneliti dan biasanya berangkat dari keterbatasan penelitianmu.
Tulis kesimpulannya apa adanya, misalnya ‘X tidak berpengaruh signifikan terhadap Y pada sampel ini’. Kemungkinan penyebabnya dibahas di BAB IV, bukan disembunyikan di BAB 5.
Tidak ada angka baku. BAB 5 umumnya jauh lebih pendek dari BAB IV karena hanya memuat jawaban dan saran; ikuti pedoman dan arahan pembimbingmu.
Ditulis oleh
Tim Editorial MahasigmaTim editorial Mahasigma menulis panduan praktis untuk membantu mahasiswa memahami proses penelitian, memeriksa sumber, dan mempertanggungjawabkan draf akademiknya.




